Selasa, 03 September 2013

TANGISAN CINTA TERPENDAM

Wahai wanitaku...
Aku yang selama ini berharap bisa untuk isi ruang hatimu,bisa miliki cinta tulusmu yang buatku tergila-gila padamu.Aku hanya bisa mencintaimu,tak bisa memiliki hatimu dan begitu juga dengan cintamu.Kuberdoa,akan bahagiamu bersama pilihan hatimu.
Biarlah bunga cinta kusimpan,butir kerinduanpun kutertawakan karena sebuah keadaan,harus kupendam rasa ini.Ketika aku berjumpa denganmu pertama kali,aku sudah tahu bahwa aku jatuh cinta kepadamu,tatapan matamu menggetarkan jiwaku.Lidahku menjadi kaku/tak ada kata yang bisa terucap dari bibirku selain mengagumi kesederhanaanmu.Entah mengapa,setiap detik dan setiap menit aku selalu mengingatmu.
Rasanya tak mau sedetikpun tuk melupakanmu,maafkan aku yang hanya bisa mencuri bayangmu.Kuingin menjauhinya,namun hati ini sungguh menggebu  selalu memanggil namamu dan mataku susah terpejam .
Sungguh wajar jika kamu menolak perasaan cintaku,.aku lelaki yang tak punya apa-apa untuk bahagiakan kamu dan aku juga sedarkan itu,aku hanya bermodalkan cinta yang tulus dan itu tidak akan cukup.Sungguh wajar juga setiap manusia memiliki perasaan dan pandangan.Dan dari situlah tumbulnya rasa cinta,dan sewajarnya juga setiap manusia harus memiliki cinta itu. Namun bagaimana dengan perasaan cinta yang saya miliki?akankah aku harus berlalu dengan memendam cinta tulusku yang hanya buat kamu.
Jika engkau tahu apa yang aku rasakan kini,aku selalu berusaha untuk melupakanmu namun tiada pernah sirna akan apa yang seutuhnya hati ini rasakan.Dan andai kau tahu juga,untuk melupakanmu adalah tugas yang paling berat buat aku .Aku merasa berdosa jika aku menyalahkan Tuhan ataupun menyesalkan bertemu dengan kamu.Biarlah apa yang aku rasakan kini jadi bumbu dalam kebahagiaanmu,karena aku seorang insan yang begitu mengagumi segala apa yang ada padamu.bertemu denganmu hanya setitik waktu ataupun hanya sebentar saja namun untuk melupakanmu begitu memeras waktuku entah sampai kapan aku bisa melupakanmu.Aku berdoa,semoga engkau bahagia selalu walaupun tidak pernah engkau tahu akan apa yang aku rasakan.Begitu cepatnya aku harus berusaha menjauhimu namun begitu berat juga untuk mengenangmu.
Bersambung 
by : ardi dhamero sihombing 
TO MISS E
    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar