Rabu, 11 September 2013

PAHIT MANIS.....ITULAH NAMANYA HIDUP.

Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua.

"Pahit, pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping. Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dgn sepotong kayu ia mengaduknya.

"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana rasanya ?"
"Segar ", sahut si pemuda.
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua.
"Tidak, " sahut pemuda itu.

Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata: "Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.? Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan; lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan : "Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.? Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian."

Karena Hidup adalah sebuah pilihan..mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang...
belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.



Semoga kita bisa memetik hikmah dari cerita diatas
BY; ARDI DHAMERO SIHOMBING

Selasa, 03 September 2013

3 TAHUN

Telah lama kupendam...
Rasa ini dihatiku....
Yang tertuju padamu...
Rasa cinta dan kasih sayangmu...
Yang begitu dalam.....
Untuk dirimu...
Semenjak mengenalmu...
Engkau begitu ayu......
Dan tutur sapamu...
Membuat hatiku...
Smakin merindu dalam....
Membuat hatiku terpukau...
       3 Tahun lamanya
        Kumencarimu.....
        Dengan memendam rasa...
        Dan kasih sayangku...
        Dan kini engkau...
        Kutemukan tlah berdua....
        Dengan pujaan hatimu....
        Hancur rasa hatiku......
Seandainya engkau tahu...
Apa yang kurasakan...
Betapa sirna hatiku...
Penantian  yang berujung pedih.....

TANGISAN CINTA TERPENDAM

Wahai wanitaku...
Aku yang selama ini berharap bisa untuk isi ruang hatimu,bisa miliki cinta tulusmu yang buatku tergila-gila padamu.Aku hanya bisa mencintaimu,tak bisa memiliki hatimu dan begitu juga dengan cintamu.Kuberdoa,akan bahagiamu bersama pilihan hatimu.
Biarlah bunga cinta kusimpan,butir kerinduanpun kutertawakan karena sebuah keadaan,harus kupendam rasa ini.Ketika aku berjumpa denganmu pertama kali,aku sudah tahu bahwa aku jatuh cinta kepadamu,tatapan matamu menggetarkan jiwaku.Lidahku menjadi kaku/tak ada kata yang bisa terucap dari bibirku selain mengagumi kesederhanaanmu.Entah mengapa,setiap detik dan setiap menit aku selalu mengingatmu.
Rasanya tak mau sedetikpun tuk melupakanmu,maafkan aku yang hanya bisa mencuri bayangmu.Kuingin menjauhinya,namun hati ini sungguh menggebu  selalu memanggil namamu dan mataku susah terpejam .
Sungguh wajar jika kamu menolak perasaan cintaku,.aku lelaki yang tak punya apa-apa untuk bahagiakan kamu dan aku juga sedarkan itu,aku hanya bermodalkan cinta yang tulus dan itu tidak akan cukup.Sungguh wajar juga setiap manusia memiliki perasaan dan pandangan.Dan dari situlah tumbulnya rasa cinta,dan sewajarnya juga setiap manusia harus memiliki cinta itu. Namun bagaimana dengan perasaan cinta yang saya miliki?akankah aku harus berlalu dengan memendam cinta tulusku yang hanya buat kamu.
Jika engkau tahu apa yang aku rasakan kini,aku selalu berusaha untuk melupakanmu namun tiada pernah sirna akan apa yang seutuhnya hati ini rasakan.Dan andai kau tahu juga,untuk melupakanmu adalah tugas yang paling berat buat aku .Aku merasa berdosa jika aku menyalahkan Tuhan ataupun menyesalkan bertemu dengan kamu.Biarlah apa yang aku rasakan kini jadi bumbu dalam kebahagiaanmu,karena aku seorang insan yang begitu mengagumi segala apa yang ada padamu.bertemu denganmu hanya setitik waktu ataupun hanya sebentar saja namun untuk melupakanmu begitu memeras waktuku entah sampai kapan aku bisa melupakanmu.Aku berdoa,semoga engkau bahagia selalu walaupun tidak pernah engkau tahu akan apa yang aku rasakan.Begitu cepatnya aku harus berusaha menjauhimu namun begitu berat juga untuk mengenangmu.
Bersambung 
by : ardi dhamero sihombing 
TO MISS E